Saya tidak pernah berdiet. Tidak pernah. Sampai hari ini saya masih makan gorengan setiap hari. Kalau lapar tengah malam, saya masih bikin Indomie atau pesan martabak manis. Tidak ada olahraga rutin yang saya jalani.
Yang berubah adalah respons tubuh saya terhadap makanan. Perlahan — tanpa saya sadari — porsi makan saya berkurang sendiri. Rasa lapar datang lebih jarang. Ngemil sore yang dulu bisa habis 3 mangkok bakso, sekarang perut sudah tidak nagih.
“Stok beras di rumah sekarang tidak cepat habis. Itu yang paling bikin saya sadar: porsi makan saya sudah berubah, bukan karena dipaksa — tapi tubuh sendiri yang minta.”
Dulu gorengan bisa 15 potong sehari — sekarang 4-5 potong sudah terasa lebih dari cukup. Bukan karena saya menahan diri. Tubuh saya yang meminta lebih sedikit. Inilah yang para ahli sebut sebagai defisit kalori alami — dan inilah yang TISIL ciptakan dari dalam.